Pengenalan alat-alat laboratorium lengkap
LAPORAN
PRAKTIKUM
BIOLOGI UMUM
“PENGENALAN
ALAT-ALAT LABORATORIUM”
Diajukan
untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Biologi Umum

Disusun oleh:
Nama : Marwati
NIM : 4442160020
Kelas
: I B
Kelompok : 5
JURUSAN
AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
SULTAN AGENG TIRTAYASA
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya
sehingga makalah yang berjudul “PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM” ini dapat
tersusun hingga selesai.
Ucapan
terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak baik Dosen Biologi maupun
Asisten Laboratom atas ilmu yang telah di berikan. Sehingga makalah ini dapat
terselesaikan. Walau jauh dari kata sempurna.
Laporan ini memuat tentang pengenalan
alat-alat yang ada di laboratorium. Baik yang sudah pernah kita lihat maupun
yang baru pertama kali kita lihat. Terlepas dari semua itu, saya selaku penulis
menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat
maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka penulis menerima
segala saran dan keritik dari pembaca agar penulis dapat memperbaiki makalah
yang akan di buat di kemudian hari.
Akhir kata kami berharap semoga makalah
biologi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.
Serang, September 2016
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR.............................................................................. i
DAFTAR
ISI.............................................................................................. ii
DAFRAR TABEL..................................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................. 1
1.2 Tujuan........................................................................................... 2
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Alat-alat laboratorium................................................................... 2
2.2 Bioteknologi................................................................................. 4
BAB III. METODOLOGI
PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat....................................................................... 5
3.2 Alat dan Bahan............................................................................. 5
3.3 Cara
Kerja..................................................................................... 5
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASA
4.1 Hasil.............................................................................................. 6
4.2 Pembahasan.................................................................................. 9
BAB V. KESIMPULAN
DAN SARAN
5.1 Simpulan....................................................................................... 11
5.2 Saran............................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1.1Alat-alat laboratorium yang
sering digunakan……………………… 3
Tabel 4.1.1Hasil Praktikum………………………………………………………
6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Alat adalah suatu benda yang dipakai
untuk mengerjakan sesuatu, perkakas, perabot, yang dipakai untuk mencapai
maksud ( Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005, hal : 30 ).
Hal yang harus diperhatikan adalah kebersihan
dari alat yang digunakan. Kebersihan dari alat dapat mengganggu hasil pratikum.
Apabila alat yang digunakan tersebut tidak bersih, maka akan terjadi hal- hal
yang tidak diinginkan. Contohnya jika pada alat – alat tersebut masih tersisa
zat – zat kimia, maka zat tersebut dapat saja bereaksi dengan zat yang kita
gunakan sesudahnya dan dapat mengakibatkan kegagalan dalam pratikum ( Anonim,
2012 )
Bekerja dengan menggunakan alat-alat laboratorium tidaklah sama dengan
bekerja menggunakan alat-alat lain. Bekerja di laboratorium atau di lapangan
dengan menggunakan perlatan laboratorium memerlukan keterampilan, kecermatan,
dan ketelitian. Tahukah kamu mengapa demikian ?
Karena kesalahan dalam penggunaan alat
dan bahan dapat menimbulkan hasil yang didapat tidak akurat dalam hal ilmu
statistika kesalahan seperti ini digolongkan dalam galat pasti. Oleh karena
itu, pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan serta bahan harus mutlak
dikuasai oleh praktikan sebelum melakukan praktikum di laboratorium kimia.
Bukan hal yang mustahil bila terjadi kecelakaan di dalam laboratorium karena
kesalahan dalam pemakaian dan penggunaan alat – alat dan bahan yang dilakukan
dalam suatu pratikum yang berhubungan dengan bahan kimia berbahaya, disamping
itu, pemilihan jenis alat yang akan digunakan dalam penelitian disesuaikan
dengan tujuan penelitian. Agar penelitian berjalan lancar. (Anonim, 2012).
Pengenalan
alat secara umum mencakup spesifikasi alat, prinsip kerja, dan kegunaan alat.
Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukan karakteristik alat
tersebut.
1.2
Tujuan
Untuk mengenal bagaimana bentuk, nama,
dan fungsi dari tiap-tiap alat-alat
praktikum.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Alat-alat Laboratorium
Alat-alat laboratorium merupakan
alat yang kita butuhkan dalam proses penelitian atau pun proses praktikum.
Dalam praktikum pengenalan alat-alat laboratorium dan alat-alat sterilisasi
akan dijelaskan secara detail mengenai fungsi dan spesifikasi masing-masing
alat tersebut. Sterilisasi adalah usaha untuk membebaskan bahan-bahan dari
mikroba yang tidak diinginkan (Anonim.2013).
Jadi Alat-alat sterilisasi adalah
alat yang digunakan untuk membebaskan suatu bahan atau alat lain dari mikroba
yang tidak diinginkan.
Pada umumnya kegiatan praktek
laboratium diarahkan pada upaya supaya mahasiswa dituntut untuk menguji,
memverifikasi atau membuktikan hukum atau prinsip ilmiah yang sudah dijelaskan
oleh dosen,asisten dosen atau buku teks. Ada juga percobaan yang dirancang
oleh dosen atau asisten dosen adalah mahasiswa disuruh melakukan percobaan
dengan prosedur yang sudah terstruktur yang membawa mahasiswa kepada prinsip
atau hukum yang tidak diketahui sebelumnyadari data empiris yang mereka
kumpulkan hasil dari percobaan tersebut. Namun terdapat berbagai kelemahan
dasar dari cara seperti ini, secara logis prinsip ilmiah dan hukum alam tidak
dapat dibuktikan secara langsung; prinsip ilmiah dan hukum alam juga tidak
dapat diuji hanya dengan jumlah percobaan yang terbatas yang dilakukan oleh
mahasiswa. Keterbatasan alat yang digunakan, keterampilan yang dipunyai, waktu
yang singkat dan kompleksitas generalisasi, merupakan keterbatasan percobaan
mahasiswa yang menunjukkan hal yang hebat kalau mahasiswa bisa menghasilkan
prinsip teoritis yang penting dari sekumpulan data mentah hasil percobaan.maka
bimbingan dari dosen dan asisten dosen sangat dibutuhkan dalam proses
penelitian.Banyak sekali alat-alat praktikum yang harus kita kenal dan kita
ketahui agardalam proses penelitian dan praktikum berjalan lancar tanpa ada
masalah. Pengenalan alat ini juga akan menambah wawasan dan pengetahuan
bagaimana cara kerja alat tersebut beserta fungsinya. tentu dari sini kita bisa
belajar bagaimana penggunaannya agar dalam penelitian kita nanti mendapatkan
hasilyang akurat dan dapat dipercaya.hasil penelitan tergantung dari proses
penelitian,jika penelitian baik dan penggunaan alatnya benar tentu hasil
pengamatan kita baik pula.alat-alat laboratorium juga tidak bisa digunakan jika
tidak sesuai dengan fungsinya maka dari itu kita harus teliti dan mebutuhkan
pengetahuan.
Tabel 2.1.1 Alat-alat Laboratorium
yang sering digunakan
No
|
Nama Alat
|
Kegunaan
|
1.
|
Buret
|
Pentitrasi larutan
|
2.
|
Erlenmeyer
|
Tempat menyimpan larutan
|
3.
|
Klem
|
Sebagai pemegang buret
|
4.
|
Gelas ukur
|
Mengukur volume larutan
|
5.
|
Pipet tetes
|
Mengambil larutan dalam jumlah
kecil
|
6.
|
Tabung reaksi
|
Mereaksikan larutan dalam jumlah
sedikit
|
7.
|
Gelas kimia
|
Tempat menyimpan larutan
|
8.
|
Kaca arloji
|
Tempat zat yang akan ditimbang
|
9.
|
Corong
|
Menyaring larutan dengan bantuan
kertas saring
|
10.
|
Ball filler
|
Membantu dalam memipet larutan
|
11.
|
Labu ukur
|
Membuat larutan dengan volume
tertentu
|
12.
|
Cawan porselin
|
Menggerus atau menghancurkan
senyawa Kristal
|
13.
|
Mortal
|
penggerus
|
14.
|
Pipet volume
|
Memipet larutan dengan volume
tertentu
|
15.
|
Pipet ukur
|
Memipet larutan
|
16.
|
Bunsen
|
Pemanas
|
17.
|
Kaki tiga
|
Penyangga tempat wadah yang akan
dipanaskan
|
18.
|
Standar
|
Menempatkan buret titrasi
|
19.
|
Kawat raksa
|
Tempat wadah yang akan dipanaskan
|
20.
|
Keeping tetes
|
Mereaksikan larutan dalam jumlah
sedikit
|
21.
|
Spatula
|
Mengambil zat
|
2.2 Bioteknologi
Bioteknologi merupakan aplikasi seluruhtubuh organisme atau bagian tubuh
organisme dalam teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Dengan
kata lain, bioteknologi merupakan pemanfaatan organisme dan agen-agen biologis
untuk menghasilkan barang atau jasa untuk kepentingan manusia. Hal ini
berhubungan dengan pemanfaatan organisme atau komponen selulernya secara
terarah dan terkontrol yang melibatkan multidisiplin serta merupakan aplikasi
terpadu anatara mikrobiologi, biokimia, biologi sel, fisiologi, genetika
molekuler, rekayasa genetika, dan teknik kimia. Bioteknologi juga telah
dimanfaatkan disegala bidang, antara lain dibidang industri, kesehatan,
pertanian, perkebunan dan pengelolahan lingkungan.
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alam, setiap hasil sumber daya yang
ada dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari maupun untuk kegiatan
lainnya, salah satu contoh potensi sumber daya yang ada di Indonesia adalah
lahan yang dimanfaatkan untuk perkebunan. Perkebunan karet, kelapa sawit,
coklat, kopi, teh, kina, tebu, dan tembakau merupakan perkebunan dengan skala
besar di Indonesia. Besarnya luas areal perkebunan juga berkontribusi dalam
hasil produksi perkebunan Indonesia. Dan hal ini harus di kembangkan dengan
baik oleh BPBPI (Badan Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia) salah satu
unit kerja riset dan pengembangan yang berbasiskan bioteknologi dari PT Riset
Perkebunan Nasional (PT RPN).
Adapun bioteknologi modern yang
mengembangkan biomolekuler dan pengendalian proses dengan menerapkan rekayasa
genetika. Penerapan bioteknologi modern menghasilkan produk yang lebih
ekonomis, sedikit dalam pemakaian energi, dan lebih aman dibandingkan dengan
proses tradisional yang telah ada. Bioteknologi dalam jangka panjang memberikan
suatu harapan atas pemecahan berbagai masalah dan membuka peluang untuk
mengembangkan revolusi bioindustri.
BAB III
METEDOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakasanakan pada hari Senin, 26 September 2016 pada pukul 13:00 s/d 14:30 dan bertempat di
ruangan laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sultan ageng
Tirtayasa.
3.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang di perkenalkan di laboratorium antara lain, Air,
Gelas Ukur, Labu Ukur, Erlenmeyer, Mortal dan Pastle, Pipet Tetes, Rak Tabung
Reaksi, Pipet Volumetrik, Cawan Perti, Gelas Beaker, Tabung Reaksi, Batang
Pengaduk, Bola Hisap dan Botol Semprot.
3.3 Cara Kerja
1. Disediakan alat-alat laboratorium
2. Disediakan air sebagai bahan praktikum
4. Asisten laboratorium menjelaskan nama dan fungsi alat-alat laboratorium
4. Asisten laboratorium menjelaskan nama dan fungsi alat-alat laboratorium
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Tabel 4.1.1 Alat-alat Laboratorium
No
|
Gambar
|
Nama Alat
|
Fungsi
|
1.
|
Erlenmeyer
|
untuk menyimpan
dan memanaskan larutan. Dan juga tempat menampung hasil penyaringan
|
|
2.
|
Labu Ukur
|
untuk
membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan
|
|
3.
|
Bola Hisap
|
untuk menyedot
larutan yang dipasang pada pangkal pipet ukur dan untuk membuang gas
|
|
4.
|
Gelas Ukur
|
untuk mengukur
volume 10 hingga 2000 mL. dan untuk mengukur volume segala benda, baik benda
cair maupun benda padat pada berbagai ukuran volume, tingkat
ketelitian cenderung lebih tinggi karena skalanya lebih kecil.
|
|
5.
|
Tabung Reaksi
|
sebagai
tempat untuk mereaksikan bahan kimia dan untuk melakukan reaksi kimia dalam
skala kecil
|
|
6.
|
Pipet Tetes
|
untuk meneteskan atau mengambil
larutan dengan jumlah kecil.
|
|
7.
|
Mortal dan Pastle
|
untuk
menghancurkan dan mencampurkan padatan.
|
|
8.
|
Rak Tabung Reaksi
|
untuk
menghancurkan dan mencampurkan padatan.
|
|
9.
|
Cawan Petri
|
Tempat untuk mengembangbiakan
narkoba dan tempat untuk menguapkan larutan
|
|
10.
|
Gelas Beaker
|
Untuk mengukur cairan/larutan,
tingkat ukurannya rendah, bias di panaskan di bawah suhu 30o C
|
|
11.
|
Botol Semprot
|
Untuk membersihkan kototan atau sisa-sisa larutan
di dalam tabung.
|
|
12.
|
Batang Pengaduk
|
utnuk
mengaduk cairan kimia dalam gelas kimia dan untuk menghomogenkan larutan
|
|
13.
|
Pipet Volumetrik
|
Untuk mengambil cairan atau larutan yang
sudah ditentukan ukurannya dan untuk mengukur volume larutan
|
|
14.
|
Mikroskop
|
Digunakan untuk mengamati objek
biologi yang berukuran sangat kecil.
|
4.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil
pengamatan yang telah kami lakukan melalui praktikum kami dapat mengetahui
beberapa alat dan fungsi alat-alat
yang ada di laboratorium bioteknologi.
Fungsi dari alat-alat yang
diamati memiliki perbedaan masing-masing.
Gelas Ukur merupakan gelas tinggi dengan skala disepanjang dindingnya,
terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas, berfungsi untuk
mengukur volume larutan tidak memerlukan tingkat ketelitian yang
tinggi dalam jumlah tertentu. Labu Ukur digunakan untuk mencampur larutan. Caranya
masukkan larutan ke dalam labu ukur. Simpan labu ukur di lengan tangan lalu
goyangkan ke arah atas dan bawah agar larutan tercampur. Erlenmeyer berupa
gelas yang diameternya semakin ke atas semakin kecil dengan skala
sepanjang dindingnya, berfungsi untuk menyimpan dan memanaskan cara
menggunakannya yaitu dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan dengan lap.
Kemudian suatu larutan dimasukkan lalu dititrasi, kemudian digoyangkan memutar
labu erlenmeyernya larutan, menampung filtrate hasil penyaringan, dan
menampung titran ( larutan yang dititrasi) pada proses filtrasi. Mortar dan Pastle terbuat dari kaca, porselen, atau batu granit
berfungsi untuk menghancurkan dan mencampurkan padatan. Cara
menggunakannya yaitu masukkan bahan kimia berupa padatan ke dalam lumpang
(Mortar) dan gerus hingga halus menggunakan alu (Pastle).
Pipet digunakan untuk mengambil segala jenis cairan
dengan mudah dengan alat pemencet pada bagian atasnya membantu cairan masuk
dalam pipet. Pipet Tetes ini umumnya digunakan untuk meneteskan atau
mengambil larutan dengan jumlah kecil. Pipet Ukur/
Volumertrik hampir sama dengan pipet lainnya namun terdapat nilai yang
memudahkan kita seberapa banyak cairan yang akan kita ambil. Pipet ukur
digunakan untuk mengukur volume larutan. Bola Hisap
digunakan untuk menyedot larutan yang dipasang pada pangkal pipet ukur dan
untuk membuang gas. Tabung Reaksi berupa tabung yang terkadang dilengkapi
tutup, terbuat dari kaca borosilikat tahan panas, berfungsi sebagai tempat
untuk mereaksikan bahan kimia dan untuk melakukan reaksi kimia dalam skala
kecil. Cara menggunakannya yaitu dibersihkan terlebih dahulu lalu dikalibrasi
dengan aqua dm setelah itu lap dengan lap atau kertas isap. Kemudian sampel
yang akan direaksikan dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Rak Tabung Reaksi
terbuat dari kayu dengan lubang – lubang seukuran tabung reaksi berfungsi
sebagai tempat meletakkan tabung reaksi. Cara menggunakannya yaitu letakkan
tabung reaksi kedalam lubang – lubang yang ada dalam rak tabung reaksi.
Laminar Air
Flow adalah meja kerja steril untuk melakukan kegiatan inokulasi/
penanaman. Laminar Air Flow merupakan suatu alat yang digunakan dalam
pekerjaan persiapan bahan tanaman, penanaman, dan pemindahan tanaman dari sutu
botol ke botol yang lain dalam kultur in vitro. Batang pengaduk terbuat dari kaca
tahan panas berfungsi utnuk mengaduk cairan kimia dalam gelas kimia. Aduk
larutan yang ada di dalam gelas kimia dengan batang pengaduk, lalu amati. Cawan terbuat dari porselen, berfungsi
untuk mrnguapkan larutan.masukkan bahan atau larutan yang akan diuapkan di atas
cawan. Setelah itu panaskan atau uapkan ke dalam oven. Botol Semprot bias
digunakan untuk membersihkan kotoran atau sisa-sisa larutan didalam tabung,
bias juga di gunakan sebagai tempat untuk menyimpan larutan atau zat cair. Auto
klaf biasa digunakan untuk mensterilkan alat dan bahan yang akan digunakan
dalam praktikum.
BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Terjadi peningkatan pemahaman tentang alat-alat laboratorium baik nama,
bentuk, fungsi serta cara penggunaan masing-masing alat laboratorium tersebut.
Karena setia alat mempunya fungsi yang berbeda-beda serta cara penggunaannya.
5.2 Saran
Saran yang dapat saya sampaikan pada
praktikum ini yaitu sebaiknya asisten laboratorium merapikan tempat duduk
terlebih dahulu, agar tidak memakan banyak waktu pada saat praktikum.
DAFTAR PUSTAKA
Riandari Henny.2012.biologi.Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Ratih, Sofyatiningrum, Kuswati. Tine
Maria, Ningsih. Sri Rahayu.2013.Sains
Kimia.Jakarta: PT Bumi Aksara
Abdurrahman Fauzanul Hakim Muhammad,
Daryanto Arief, Nurmalina Rita.2014.Strategi
Pengembangan Balai Penelitian Bioteknologi Perkebuman Indonesia.Volume 11
No 3
Abdullah Apriansyah.2014.Laporan Praktikum Pengenalan Alat
Laboratorium.http://apriansyaabdullah.blogspot.co.id/2014/03/contoh-laporan-praktikum-pengenalan.html.
Diakses pada tanggal 29 September 2016, pukul 19:30 WIB
Komentar
Posting Komentar